Pergaulan Bebas

 Pergaulan Bebas pada Remaja terhadap Penyalahgunaan Media Sosial

              Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Pada fase ini, terjadi perubahan paling signifikan dalam hidup manusia. Seseorang tidak dapat dikatakan sebagai orang dewasa ataupun anak-anak. Hal ini terjadi karena pada fase ini remaja mengalami konflik dengan dirinya sendiri atau biasa disebut faktor Internal maupun dengan orang lain atau faktor eksternal.

       Di zaman yang sudah canggih ini, pastinya kita sudah tidak asing dengan media sosial. Khususnya pada kalangan remaja. Media sosial seringkali digunakan sebagai alat komunikasi dan sebagai sumber informasi. Namun, karena minimnya kesadaran remaja dan ketidaktahuan akan etika bermedia sosial, media sosial digunakan dengan cara yang tidak seharusnya. Penyalahgunaan inilah merupakan awal dari pergaulan bebas. 

    

       Dikutip dari Gramedia Blog pergaulan bebas biasa digunakan remaja untuk pelampiasan emosi dan juga eksistensi diri. Ada banyak jenis pergaulan bebas, dan dapat dimulai dari hal yang paling kecil. Contohnya adalah penyebaran berita-berita palsu atau hoax. Beredarnya berita hoax yang tidak disaring dengan baik dapat menyebabkan adanya perundungan atau akrab disebut bullying. Peristiwa bullying bisa menyebabkan masalah yang lebih serius lagi. Masalah kecil bisa berujung besar, dan masalah besar bisa menyebabkan masalah lebih besar lagi.


      Remaja adalah fase tertidak stabil dalam hidup seseorang, artinya ia dapat terpengaruh oleh perkataan atau pendapat orang lain, apalagi seseorang yang dia percaya. Hal ini juga menjadi salah satu faktor mengapa pergaulan bebas sering terjadi di fase remaja dan pada akhirnya terbawa hingga dewasa. Oleh karena itu, kita perlu terus memperhatikan pola hidup pada remaja dan tidak lupa untuk mengingatkan atau menegurnya.




        Banyak aplikasi yang dapat menghubungi kita dengan banyak orang di seluruh dunia. Kepribadian pada setiap orang berbeda-beda, pribadi yang baik dapat memengaruhi seseorang untuk berperilaku baik. Sebaliknya, pribadi yang buruk dapat memengaruhi seseorang untuk berperilaku buruk. Tidak selalu orang yang kita temui memiliki peribadi yang baik dan berkemungkinan besar seorang remaja dapat bertemu dengan orang berkepribadian buruk dalam suatu aplikasi. Jika remaja merasa perilakunya tidak baik dan merasa keren, secara tidak sadar, mereka akan mengikuti perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seperti berpakaian terbuka, berbicara kasar, merokok, menagonsumsi narkoba, dan masih banyak yang lainnya. Semua hal di atas, dapat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. 


        Bagaimana cara untuk menghindari peristiwa tersebut? Peristiwa tersebut dapat dihindari dengan cara:

  1. Menghindari pertemanan toxic/yang tidak sehat

  2. Memilah informasi/berita yang terdapat di media sosial

  3. Membedakan yang harus diikuti dan harus dijauhi

  4. Mengetahui etika bermedia sosial

  5. Memilih teman yang dapat berdampak baik kepada kita


Dengan cara tersebut, kita dapat menjaga diri dari perilaku buruk yang dapat merugikan kita, terhindar dari penyakit yang diakibatkan obat-obatan terlarang, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan jika kamu membutuhkan tempat bercerita, ceritalah kepda orang yang kamu percaya, seperti orang tua, sahabat terdekatmu atau datanglah ke psikolog jika merasa kamu butuh solusi lebih lanjut. Sayangilah dan jagalah dirimu selalu dan jangan hancurkan masa depanmu karena orang lain. 




SUMBER : 


Comments

Post a Comment